Latest News

Showing posts with label Rumah Adat Betawi. Show all posts
Showing posts with label Rumah Adat Betawi. Show all posts

Sunday, 8 April 2012

Keunikan Gaya Hunian Betawi

TERAS rumah yang besar ditunjang dengan kekhasan bentuk serta ornamennya menambah daya tarik hunian bergaya Betawi. Bagian rumah paling depan ini menjadi area favorit untuk melakukan segala aktivitas bersama keluarga.

Hunian yang mengambil konsep adat Betawi sangat cocok diterapkan untuk kondisi geografis Indonesia. Ciri khas hunian ini sebenarnya sesuai dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir. �Jika dilihat dari segi budayanya, masyarakat Betawi sudah turun-temurun menghasilkan konsep arsitektur dan budaya dengan ciri khas corak yang kuat serta karakter yang khas,� kata desainer interior Denny Setiawan.

Rumah bergaya Betawi selalu menekankan pada konsep kekeluargaan dan hubungan masyarakat yang sangat erat. Hal ini bisa dilihat dari gaya bangunan yang punya ciri beranda atau teras agak luas. Teras ini berfungsi untuk menyambut tamu yang datang. Selain itu, rumah bergaya Betawi umumnya mengaplikasikan jendela yang lebar dan tidak lepas dari tanaman hijau untuk menambah keasrian rumah tersebut.

Jika Anda berniat membangun hunian dengan konsep Betawi, sebaiknya perhatikan beberapa elemen terpenting. Pertama, pembagian ruang dalam hunian bergaya Betawi adalah yang paling utama. Hunian bergaya Betawi tidak pernah lepas dari bagian teras, ruang tengah atau ruang keluarga, dan kamar- kamar. Ruangruang tersebut biasanya dibangun di sekitar ruang tengah dan dapur.

�Arsitektur hunian bergaya Betawi pada umumnya menggunakan desain rumah panggung karena masyarakat Betawi pada masa lalu tersebar dari pesisir pantai dan pedalaman. Ini menjadi satu ciri khas rumah Betawi sampai sekarang,� sebut Denny.

Sisi menarik rumah Betawi yaitu memiliki konsep keterbukaan, mulai penggunaan jendela yang dapat dibuka lebar hingga penggunaan pintu kayu yang selalu dibiarkan terbuka.

�Hunian Betawi selalu memiliki karakter yang kuat. Hal itu karena sifat orang Betawi yang mudah bergaul dan terbuka,� imbuh Denny.

Hunian bergaya Betawi juga dapat diaplikasikan pada rumah-rumah modern. Konsep keterbukaan ala rumah Betawi sangat bisa diterapkan dalam hunian modern dengan cara menggabungkan teras sebagai pengganti ruang tamu.

Rumah modern dapat didesain menggunakan bahan yang modern dan ditambah dengan penataan yang modern, juga tetap bisa menghadirkan konsep keterbukaan sehingga karakter Betawinya masih ada. �Pada dasarnya hunian adat Betawi bisa diterapkan pada hunian bergaya modern. Sebab, desain awal hunian Betawi memang cukup fleksibel dan mudah diterapkan pada tiap desain bangunan,� sebut Denny.

Konsep rumah Betawi mengenal hierarki atau pem-bagian ruang yang diatur, yaitu teras yang juga difungsikan sebagai ruang tamu di luar atau ruang publik. Ruangan yang kedua adalah ruang keluarga atau ruang semipublik, lalu ruang tidur dan dapur sebagai ruang yang memiliki nilai privasi tinggi.

�Dalam hunian Betawi, ruang publik adalah bagian yang bisa dimasuki oleh siapa saja. Sementara ruang semipublik adalah ruang yang dapat dimasuki orang-orang tertentu, sedangkan ruang privat bisa dibilang cukup terbatas dan hanya orang serta tamu tertentu yang boleh masuk ke situ,� beber Denny.

Jika ingin diterapkan pada rumah modern, pembagian ruang tersebut tidak lagi ada karena konsep hunian modern sifatnya lebih bebas dan tidak terkait adat. Rumah modern juga masih bisa mengikuti penataan ala rumah adat Betawi jika masih terkait dengan hierarki tersebut. Hal khusus lain, rumah Betawi biasanya terbuat dari kayu dan bambu yang menjadikannya sangat dekat dengan alam.

Kealamian yang dipancarkan dari beberapa elemen bangunan tersebut memunculkan kesan ramah dan keasrian pada rumah jenis ini. Sebaliknya, hunian modern kerap menghadirkan material seperti tembok yang menggunakan kaca, aluminium, dan sebagainya. Tampilan bernuansa etnik Betawi masih bisa dihadirkan dengan memadukan unsur kayu yang diukir dengan ukiran Betawi. Satu hal yang harus diingat bahwa untuk membangun konsep rumah Betawi dalam suasana modern, Anda harus mempertimbangkan sejauh mana konsep tersebut dapat dipergunakan.

�Untuk membuat konsep Betawi yang dipadukan dengan hunian modern, Anda harus melihat sisi materialnya. Yang pertama, apakah Anda masih ingin menggabungkan elemen kayu atau bambu, lalu penggunaan pendingin ruangan juga harus diperhatikan,� saran Denny.

Selanjutnya, bagian atap boleh dibuat sama dengan bentuk atap khas rumah Betawi. Soal materialnya, bisa menggunakan konstruksi baja ringan, misalnya. Atap genteng harus tetap dipertahankan sebagai ciri khas rumah Betawi.

Mengenai penataan ruang di dalam rumah, sebaiknya tetap mengikuti konsep hunian Betawi yang tradisional sehingga nilai asli rumah jenis ini masih dapat dirasakan. Ciri lain yang harus dihadirkan dalam hunian Betawi adalah konsep jendela dengan bukaan lebar.

Untuk pemilihan furnitur, yang tidak boleh tertinggal adalah bale-bale dan lampu hias yang menggantung di plafon teras. Di sisi lain, rumah adat Betawi tidak menggunakan sofa yang bernuansa modern. Penggunaan kursi kayu dengan ukiran Betawi adalah pilihan yang paling tepat untuk ditempatkan di rumah bergaya Betawi.

Sumber : http://lifestyle.okezone.com/

Saturday, 31 December 2011

Rumah Adat Betawi

Pada masa sekarang ini rumah-rumah adat tradisional khas Betawi yang benar-benar asli di Jakarta sudah sangat langka. Namun, di beberapa tempat seperti di sekitar Marunda, Condet maupun daerah-daerah pinggiran lain, rumah tradisional khas Betawi masih dapat ditemukan.

Ada 4 (empat) tipe bentuk rumah tradisional yang dikenal oleh orang Betawi, yaitu tipe Gudang, tipe Bapang, tipe Kebava dan, tipe joglo.

A. Rumah Gudang
Salah satu jenis rumah adat Betawi adalah Rumah Gudang. Rumah ini berbentuk persegi panjang yang memanjang dari depan ke belakang. Atap rumahnya tampak seperti pelana kuda atau perisai, dan di bagian muka rumah terdapat atap kecil yang berfungsi sebagai penahan tempias hujan atau cahaya matahari.

B. Rumah Bapang
Selain Rumah Gudang, ada juga Rumah Bapang, bentuknya sangat simpel dan sederhana dengan bentuk dasar kotak. Secara keseluruhan, Rumah Betawi berstruktur rangka kayu atau bambu, sementara alasnya berupa tanah yang diberi lantai tegel atau semen.

Layaknya rumah tinggal, Rumah Bapang juga memiliki ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, kamar mandi, dapur, dan dengan tambahan teras. Dalam kebiasaan sehari-hari, masyarakat Betawi umumnya menjadikan teras rumah yang cukup luas sebagai tempat menerima tamu. Mungkin jika Anda masih ingat sinetron Si Doel Anak Sekolahan, keluarga Si Doel juga menempatkan kursi tamu di salah satu sisi teras, dan sebuah bale-bale untuk bersantai di sisi lainnya.

Rumah tipe Kebaya memiliki beberapa bagian;
1.Langkan yaitu bagian rumah yang berpagar rendah dan berfungsi sebagai serambi rumah, dibuat dari kayu atau bambu.

2.Ruang depan, biasanya terbuka setiap saat tanpa ada pintu yang menghalangi seseorang untuk masuk, yang melambangkan sifat orang Betawi yang terbuka dan ramah.

3.Balai-balai dari bambu, merupakan perlengkapan utama dan terdapat di ruang depan, fungsinya untuk menerima tamu.

4.Atap dan wuwungan, jika dilihat dari depan akan tampak berbentuk segi tiga sama kaki dengan tambahan pet sebagai penahan hujan atau panas, sedangkan dari samping akan tampak berbentuk trapezium. Bagian atap (wuwungan) pada pertemuan sisi kaki segi tiga sama kaki dengan sisi kaki trapesium disebut jurai. Jurai adalah genting yang dipasangkan atau dipaku pada ander sebagai penghubung sisi kaki segi tiga dengan sisi kaki trapesium untuk menahan air agar tidak masuk ke dalam rumah.

5.Jendela bulat yang biasanya terdapat di samping kiri atau kanan ruang depan ada yang ditutup dengan daun jendela, sering kali ditutup dengan jeruji. Jendela bulat yang dikenal oleh orang Betawi adalah sama sekali tidak menggunakan daun jendela ataupun jeruji yang disebut melompang.

6.Jendela intip, dua buah jendela yang terdapat di kiri kanan pintu masuk keruang dalam yaitu jendela berjeruji kayu berukir dan tidak berdaun jendela, fungsinya untuk mengintip tamu yang datang.

7.Lantai rumah, baik lantai tanah maupun lantai rumah panggung biasanya jauh lebih tinggi dari halaman rumah, maksudnya untuk menghindari masuknya air ke dalam rumah, sedangkan rumah panggung juga berfungsi untuk menghindari gangguan binatang atau gangguan tamu-tamu di malam hari yang bermaksud kurang baik.

D. Rumah Joglo
Rumah tipe Joglo, beberapa bagian yang melengkapi adalah sebagai berikut :
�Ruang depan, merupakan ruang terbuka dengan kayu jati terukir sebagai langkannya dan berfungsi sebagai tempat menerima tamu.
�Ruang tamu perempuan, ruang tamu khusus untuk tamu wanita
�Ruang tidur atau pangkeng.
�Pendaringan, yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan tempayan berisi beras dan balai-balai kecil untuk meletakkan barang.
�Tapang, ruangan kecil dengan balai-balai yang berfungsi serba guna, di mana tersedia kendi dan peralatan minuman lainnya
�Dapur, di mana terdapat tungku tradisional dengan tiga lubang biasanya dari tanah liat.
�Kamar mandi, biasanya dilengkapi dengan padasan, sumur beserta senggotnya.

Halaman rumah orang Betawi pada umumnya ditanami dengan berbagai macan tumbuhan. Apabila luas halaman rumah mencukupi maka beberapa jenis pohon yang biasa ditanam adalah rambutan, nangka, kecapi, petai, jengkol, jamblang, duku, salak, tangkil, dan sebagainya. Di seputar rumah biasa ditanami pula dengan jenis tanaman perdu yang berfungsi sebagai "apotek hidup" antara lain jahe, kunyit, lengkuas, kencur, temulawak, beluntas, dan lain sebagainya.

Sumber : http://indonesiaku-unik.blogspot.com/2010/12/rumah-adat-betawi.html