Latest News

Tuesday, 13 August 2013

Urutan Pernikahan Adat Solo

Pulau Jawa menyimpan sejuta keindahan dan keagungan budaya yang memiliki kekhasan masing masing wilayah. Hal ini tercermin dari beraneka ragam upacara perkawinan yang unik dan penuh makna di berbagai daerah di Jawa.

Berikut prosesi perkawinan adat Jawa Solo Putri :

I. TAHAP PEMBAHASAN

a. Congkog
Mencari informasi calon besan yang putrinya akan dilamar yang meliputi BIBIT, BEBET dan BOBOT. Juga memastikan status calon mempelai perempuan, masih sendiri atau sudah ada pihak yang mengikat.

b. Salar
Membahas informasi yang didapat dari acara Congkog.

c. Nontoni
Orang tua, keluarga besar beserta calon mempelai pria datang berkunjung ke rumah calon mempelai wanita untuk dipertemukan atau saling dipertontonkan. Kesempatan ini di pergunakan oleh masing masing orang tua untuk menilai kepribadian calon menantu.

d. Panembang
Orangtua calon mempelai pria mengirim utusan untuk datang melamar. Sekaligus menentukan tanggal dan hari pernikahan.

II. TAHAP IKATAN

a. Peningsetan
Penyerahan seperangkat perlengkapan berupa cincin, seperangkat busana wanita, perhiasan, makanan tradisional, buah-buahan, daun sirih, dan uang. Oleh pihak calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita sering disebut sebagai srah srahan yang dilanjutkan dengan tukar cincin oleh kedua calon mempelai sebagai tanda ikatan antara kedua calon pengantin.

b. Asok Tukon
Penyerahan dana untuk membantu biaya pesta keluarga calon pengantin wanita.

c. Paseksen
Proses permohonan doa restu

d. Gethok Dina
Penentuan hari ijab kabul dan resepsi. Menghitung hari, tanggal, dan bulan yang baik yang kemudian mendapat kesepakatan dari kedua belah pihak.

III. TAHAP PERSIAPAN

a. Sedhahan
Pembuatan hingga pembagian surat undangan.

b. Kumbakarnan
Pertemuan untuk membentuk panitia pesta dengan mengundang sanak saudara, keluarga, tetangga, dan teman.

c. Jenggolan atau Jonggolan
Sering disebut tandhakan atau tandhan, artinya melaporkan pada pihak kantor pencatatan sipil (KUA) bahwa akan diadakan upacara perkawinan.

Sumber :
http://www.ngunduhmantu.com/perkawinan-adat-solo/

No comments:

Post a Comment